Selasa, 22 Mei 2012

Menjaga Perasaan Anak Angkat [Tips Psikologi]

Sumber : 
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2012/03/11/menjaga-perasaan-anak-angkat-tips-psikologi/

Ketika seseorang memutuskan untuk mengadopsi anak, artinya ia dengan sadar telah mengambil alih peran dan tanggung jawab orang tua kandung si anak tersebut. Dan tentu orang tua adopsi yang bijak akan belajar menjaga perasaan anak adopsinya.
.
Bagaimana pola asah asih asuh yang efektif kepada anak adopsi, berikut ini tipsnya:
  1. Memberikan kasih sayang pada anak adopsi tersebut sebagaimana ia seandainya memiliki anak kandung sendiri. Bisa jadi, pada beberapa anak dengan latar belakang adopsi akan lebih sensitif, jadi Anda harus peka dan sabar menghadapinya.
  2. Tidak merahasiakan atau menghapus jejak orang tua kandung si anak. Pada usia tertentu, ketika merasa sudah saatnya si anak mengetahui jati dirinya, ajak anak duduk bersama, bicara dari hati ke hati, katakan siapa orang tua kandungnya. Ini akan lebih baik bagi mental si anak, daripada anak tersebut mengetahuinya dari orang lain. Cepat atau lambat, anak akan mengetahui atau mendengar bahwa ia bukan anak kandung Anda.
  3. Ceritakan mengapa Anda mengadopsinya. Yakinkan bahwa setelah Anda menceritakan identitas orang tua kandungnya, kasih sayang Anda padanya tidak akan berubah. Anda akan tetap menyayanginya sebagaimana biasanya.
  4. Dengan menceritakan siapa orang tua kandungnya, Anda tidak perlu khawatir bahwa ia akan meninggalkan Anda, atau rasa sayangnya kepada Anda jadi berkurang. Walaupun mungkin reaksinya akan terkejut, syok, anak akan merasakan ketulusan Anda.
  5. Ajak si anak mengunjungi orang tua kandungnya. Ajarkan padanya untuk memiliki perasaan sayang yang sama pada orang tuanya. Mungkin si anak merasa dibuang oleh orang tuanya, tugas Anda adalah memberikan pengertian sebaik-baiknya, walaupun mungkin sejarah kelahirannya bisa dikatakan kelam (misalnya anak tersebut waktu bayi, ditinggalkan begitu saja di rumah sakit, tentu ada alasannya). Berikan penjelasan yang bijak, misalnya dengan mengatakan bahwa, ‘Ibumu masih terlalu muda, belum mengerti, sementara ayahmu entah dimana. Mungkin ini skenario Tuhan. Kamu adalah anak kami yang dikirimkan Tuhan melalui Ibumu.’ Kebijaksanaan Anda akan membuat si anak semakin respek pada Anda. Tanpa sengaja, Anda juga sudah menanamkan nilai-nilai kehidupan padanya sejak dini.
  6. Tidak memanjakannya secara berlebihan. Tidak memberikan apapun yang diminta anak. Terkadang barangkali, karena merasa si anak adalah anak angkat, demi menjaga perasaannya, orang tua ingin membuatnya senang dengan memberikan apapun yang dimintanya. Sebaiknya hal demikian dihindari, sebab anak yang selalu dituruti kemauannya akan tumbuh menjadi egois dan kelak bisa jadi kontraproduktif. Tentu orang tua tidak menghendaki hal demikian.
  7. Tidak bersikap otoriter pada anak. Hindari sikap terlalu mengatur pada anak. Ada pendapat yang mengatakan, karena tidak memiliki anak kandung, sehingga tidak peka bagaimana menangani anak, tentu ini mitos belaka. Sama seperti orang dewasa ataupun semua orang dalam konteks apapun, anak juga senang dihargai pendapatnya, senang didengarkan suaranya.
  8. Tetap berkepala dingin ketika anak melakukan tindakan yang memancing emosi. Perlakukan ia sebagaimana anak sendiri. Ketika Anda harus marah, marahlah karena cinta. Jangan ketika marah misalnya, Anda mengungkit asal-usulnya dengan sinis, menyebut bahwa dia ‘anak angkat’ berulang kali, penuh penekanan. Sikap semacam itu akan melukai hati anak, akan membuatnya trauma. Si anak sudah tahu dan ‘merasa’ tanpa Anda perlu mengulanginya berkali-kali. Dalam situasi yang menegangkan, anak membutuhkan sentuhan kasih sayang, bukan pernyataan yang menambah berat hatinya.
  9. Tantangan bagi orang tua, bahwa ada saatnya orang tua harus lunak, ada saatnya orang tua harus tegas. Bagaimana orang tua bisa berada di antara keduanya. Menjadi orang tua adalah tugas seumur hidup, sebagaimana anak berproses, orang tua juga butuh proses.
  10. Banyak cara untuk belajar bagaimana menjadi orang tua adopsi yang efektif. Bertukar pikiran dengan orang tua lain yang sama-sama memiliki anak adopsi dan memiliki hubungan yang baik dengan anak adopsinya. Membaca buku-buku psikologi terkait pola asah asih asuh anak, mengikuti kelas-kelas parenting, mengikuti seminar. Pada prinsipnya, menangani anak adopsi sama dengan menangani anak kandung. Informasi terkait pola asuh anak juga bertebaran di internet, sangat mudah mengaksesnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungan anda....komentar dong.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terbaru

Daftar Blog Saya

Merdeka.com

Loading...