Jumat, 04 Mei 2012

Sharing Pengalaman Adopsi Dari Panti Asuhan

6 tahun belum memiliki keturuan, waktu yang relatif lama bagiku. Kerinduan yang sangat besar untuk dapat menimang, memeluk, mencintai seorang anak senantiasa hadir dalam hati dan jiwaku..
hampir semua urusan medis sudah ku jalani. juga suamiku. tes demi tes, operasi, juga 2 kali inseminasi, tidak juga mewujudkan mimpi kami.
walau dokter berkata, secara medis, kami bisa mendapatkan keturunan tapi rupanya Allah belum memberikan amanah tersebut pada kami.

Sebetulnya sudah dari 2 tahun yang lalu, aku mulai memikirkan untuk mengambil jalan adopsi. aku merasa memiliki begitu banyak cinta yang dapat kuberikan pada seorang anak (walaupun bukan anak kandung).



Aku melakukan banyak riset di internet. Dari situlah aku tau, kalau ternyata tidak semua panti asuhan membolehkan penghuni pantinya untuk di adopsi. Juga sangat di sayangkan, informasi mengenai proses adopsi di indonesia masih sangat minim. Pencarian diinternet, mengarahkan aku pada suatu panti asuhan islam Bayi sehat di Bandung. AKhirnya tepat 1 minggu setelah ulang tahun perkawinan kami ke 6, kami sepakat untuk mengunjungi sebuah panti di Bandung (panti asuhan bayi sehat).... pertama kali masuk, wuah... bergetar hati ini... melihat jejeran tempat tidur bayi dan anak yang semuanya lucu lucu dan menggemaskan. ingin rasanya langsung menggendong. namun di larang, karena menurut pengurusnya nanti kalau sudah di gendong akan susah di lepaskan, dan jadinya rewel ujungnya. Akhirnya dari balik box bayi, aku mengajak mereka bercanda dan menghibur mereka (karena mereka sangat ingin di gendong).
namun akhirnya kami tidak jadi mengambil anak di panti asuhan tersebut. karena ternyata di panti asuhan tersebut kami tidak di ijinkan untuk mengadopsi yang diperbolehkan adalah mengasuh. Mengasuh dalam arti, kami diberi hak asuh, akan tetapi di kemudian hari jika orang tua kandung ataupun saudara mereka menginginkan bayi/anak tersebut lagi, kami wajib menyerahkan. Rasanya, aku gak akan sanggup, karena kalau sampai itu terjadi, pastinya aku sudah sayang banget sama anak/bayi tersebut.

Akhirnya, oleh si pengurus panti di Bandung, kami dirujuk ke panti asuhan sosial tunas bangsa. alamat tepatnya di jalan bina marga no. 78, ceger cipayung, jakarta timur. dekat dengan taman mini. besoknya kamipun langsung meluncur ke sana.
Tidak sulit menemukan panti tersebut. letaknya ada di jejeran panti sosial lainnya (jompo, tuna susila, dsb). Dengan bingung kami masuk, dan menemui salah satu pengurus panti tersebut. berikut, akan aku simpulkan proses adopsi yang kujalani, dengan tujuan mereka yang berniat adopsi bs mendapatkan info dari tulisanku ini. karena sejak aku mengadopsi Azzam sudah 3 orang teman yang juga berkeinginan untuk mengadopsi anak dari panti asuhan tersebut. semoga bermanfaat.

kepala bagian adopsi, adalah orang yang kami jumpai pertama kali. waktu itu kepala adopsinya bernama ibu Sadiah, dengan wakilnya ibu Sekar. Mungkin saat ini masih sama. Kami mengutarakan niat kami untuk mengadopsi seorang bayi. Laki laki atau perempuan sama saja. Lantas, kami diperkenankan untuk melihat lihat bayi yang dirawat oleh mereka. Ruang bayi/anak dibagi beberapa bagian. Ada kamar untuk bayi dari usia 0-4 bln, 4bln-1,5thn, 1,5-5 thn, dan ruang isolasi. Saran kami, kunjungilah semua ruangan yang ada, tak terkecuali ruang isolasi, sebab, bisa jadi, ruang di ruang tersebutlah bakal anak kita ada. Seperti aku, menjumpai anakku pertama kali di ruangan isolasi. Saat itu ia baru 1migg keluar dari rumah sakit setelah selama 1 bln dirawat dan sempat masuk ICU 2mgg dengan diagnosa Bronco Pnemunia.

Anakku wkt itu menyambut kami dengan senyum yang aduhaiiiiiiiiiiii... manissssssssss sekali, dengan badan dan badan yang gemeteran (dia kecil dan lemah sekali saat itu) ia berusaha mengangkat badan dan kepalanya ketika kami masuk ke kamar isolasi yang saat itu hanya di huninya. Daddy sendiri, langsung jatuh hati padanya. Gak keluar keluar dari kamar tersebut. Sedangkan aku,masih mengunjungi ruang bayi lainnya, mencari kemungkinan bayi lain yang akan kami adopsi.
Aku pada dasarnya memang suka dengan anak anak, apalagi bayi. Jadi sebetulnya, bayi manapun Insya Allah, aku akan suka dan sayangi. Lama membencandainya di ruang tsb, membuat Daddy dan aku jatuh hati, akan tetapi petugas panti bilang, anakku itu sakit, dan lumayan parah.

(Dalam memilih calon bayi, tanyakanlah pada petugas/perawat bayi mana yang boleh di adopsi. Bayi yang boleh diadopsi adalah bayi yang statusnya telah aman dan telah menjadi anak Negara, sementara bayi yang statusnya titipan, tidak boleh di adopsi. Tanyakan juga, apakah bayi yang diinginkan telah memiliki calon orang tua. Sebaiknya pilih bayi yang blm mempunyai calon orang tua, agar prosesnya lebih singkat dan tidak ada persaingan).

Setelah puas bermain dengan anakku, kami kembali menjumpai petugas panti di kantor. Mereka bertanya apakah kami telah menemui bayi yang di suka. Aku bilang yang ku suka banyak, tapi kemungkinan kami mau adopsi dia.

Minggu depannya kami datang lagi, kali ini langsung menuju ruang isolasi – ruang tempat anakku wktu itu tidur. Hati ini mulai jatuh hati padanya– dan meniatkan dalam hati mau mengadopsinya. Aku mulai mengkoleksi foto fotonya. Saat ini, kami masih masuk masa perkenalan, blm boleh gendong, karena blm acc utk mengadopsinya. Setelah kunjungan kurang lebih 3 minggu, suamiku menghadap kepala Panti, untuk mengutarakan maksud mengadopsi anakku. Kepala Panti menyambut baik, kami diperbolehkan (yippee, berarti sudah Acc dan besok besok sudah boleh gendong anakku dong!)

Setelah dapat Acc, kami masuk tahap yang di sebut dengan masa sosialisasi (kalau saat ini kalao gak salah, para calon adoptan – begitu mereka menyebut kami) akan diberi kartu tanda adoptan setiap kali datang berkunjung). Oya, jangan lupa lapor/absent ke kantor setiap kali datang berkunjung. Pada masa sosialisasi ini, kami boleh menggendong, memandikan, menyuapi anakku pada saat waktu berkunjung. Kami diperkenankan berkunjung setiap hari, pada jam besuk, yaitu pukul 10-12siang atau pukul 3-5sore. Semakin sering berkunjung semakin baik, karena itu berarti kita makin di kenal oleh para perawat dan pengurus panti, dan anak/bayi pun akan makin dekat dengan kita, demikian sebaliknya. Rajin berkunjung, dan sikap serta tindak tanduk kita akan dinilai, para perawat juga akan melaporkan bagaimana interaksi kita dengan anak selama masa kunjungan. Kadang, penilaian subyektif terjadi di sini. Aku sendiri dan suami, karena bekerja, hanya bisa berkunjung sabtu dan minggu. Kami biasanya memilih wkt besuk sore, karena saat itu kami bisa memandikan, menyuapi, dan bermain bersama.

Selama masa sosialisasi, kami rajin menanyakan status anakku, riwayat kelahiran, imunisasi, dan sakitnya, latar belakan keluarganya, dan hal hal lain yang berhubungan dengannya. Sebagai calon orang tua angkatnya, kami berhak mendapatkan info selengkap mungkin tentang calon anak yang akan kita angkat.
(jangan bosan bosan bertanya kepada para petugas mengenai riwayat kesehatan, keluarga, atau apapun yang berhubungan dengan si Anak. Soal segala sesuatu yang bersifat kesehatan tanyakan pada petugas bagian keperawatan (wkt itu Ibu yuli, dan ibu yanti) soal riwayat anak dan keluarga tanyakan pada bagian adopsi (wkt itu ibu Sadiah dan ibu Sekar).

Setelah waktu sosialisasi berjalan kurang lebih 2-3 minggu masukkan lah dokumen – ada sekitar 17 dokumen yang harus di lengkapi: yaitu:

  1. Surat Nikah Suami-istri yang telah dilegalisir di KUA tempat menikah (photo copy)
  1. Akte Kelahiran Suami (photo copy)
  1. Akte Kelahiran Istri (photo copy)
  1. Kartu Keluarga dilegalisir di kelurahan (photo copy)
  1. KTP Suami yang telah dilegalisir di Kelurahan (photo copy)
  1. KTP Istri yang telah dilegalisir di Kelurahan (photo copy)
  1. Pas Photo Suami ukuran 3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing 2 lembar
  1. Pas Photo Istri ukuran 3x4 dan 4x6 masing masing 2 lembar
  1. Surat Keterangan keadaan sehat mental dari Psikolog.
  1. Surat Keterangan Ginekologi dari Dokter Ahli Kandungan dari Rumah Sakit Umum (asli)
  1. Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas (asli)
  1. Surat Berkelakuan Baik dari Kepolisian (Asli)
  1. Surat Keterangan Penghasilan Suami (asli), bukan Slip Gaji
  1. Surat Keterangan Penghasilan Istri (jika bekerja) asli, bukan Slip Gaji.
  1. Surat Persetujuan dari Pihak Keluarga Suami di atas meterai Rp. 6000,- a.n Keluarga Besar.
  1. Surat Persetujuan dari Pihak Istri di atas meterai Rp. 6.000,- a.n. Keluarga Besar
  1. Surat Pernyataan Motivasi pengangkatan anak yang ditandatangani di atas Meterai Rp. 6.000,-

Lengkapi surat surat tersebut dan buatlah janji dengan bagian adopsi dan kepala panti untuk penyerahannya.
Setelah surat surat masuk kurang lebih 2 minggu kemudian, kami dihubungi oleh pihak panti. Tahap berikutnya adalah kunjungan ke rumah kami oleh pihak panti (visit pertama). Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui latar belakang keluarga kami, dan memastikan keberadaan tempat tinggal kami, melihat lingkungan tempat kami tinggal, dan mengetahui kemampuan kami untuk dapat membiayai calon anak kami hingga mandiri kelak. Pada saat visit pertama tersebut, kami telah menyiapkan kamar bayi untuk calon anakku, sebab menurut cerita teman teman sesama calon adoptan, biasanya setelah visit pertama gak lama lagi, bayinya boleh di bawa pulang.

Hati kami begitu gembira tiada tara, mendengar kami akan di visit. Rasanya, segala mimpi ini, akan segera jadi kenyataan. Terima Kasih, ya Allah….

Ternyata sekitar 10 hari setelah rumah kami di visit oleh dinas sosial dan petugas panti, kami di perbolehkan membawa pulang calon anakku. Penyerahan dilakukan di panti, di saksikan oleh petugas dari dinas sosial, kepala panti dan bagian adopsi, dan saksi dari pihak keluarga. Tak kuasa air mata ini menetes, ketika akhirnya ibu Susan (ketua panti pada saat itu) menyerahkan Azzam dalam gendonganku. Subhanallah… Alhamdulillah… Allah Akbar!

Anakku bisa di bawa pulang, bukanlah akhir dari proses adopsinya. Penyerahan bayi yg kini telah jadi anakku, ke rumah, masih dalam status hak asuh sementara, jadi sewaktu waktu dia masih dapat di kebalikan atau di minta kembali. Masa asuh sementara selama 6 bulan tersebut adalah masa pemantapan bagi kedua pihak. Alhamdulillah, kami sangat menikmati mengasuh dan merawatnya, 6 bulan berlalu terasa sangat cepat. Kami pun di hubungi lagi untuk di jadwalkan visit ke 2. Visit ke dua di maksudkan untuk melihat bagaimana perkembangan anak kami di rumah. Alhamdulillah, tidak ada masalah dengan visit ke dua tersebut.

Setelah visit ke 2, kami masih harus menunggu sekitar 6 bulan lagi, baru kemudian dihubungi kembali untuk dijadwalkan sidang adopsi. Sidang adopsi berlangsung cepat. Hanya sekitar 20 menit. Palu pun telah di ketuk. Alhamdulillah, secara Negara, ia telah resmi menjadi anak angkat kami.


Comments

24 komentar:

  1. Saya ratna, kalo boleh tahu ada tidak no telp yg bisa dihubungi dari panti asuhan tersebut, terimakasih

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, saya syaiful boleh minta kontak Person yang bisa saya hubungi dari panti tersebut

    BalasHapus
  3. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=189272064519727&set=oa.10151395275970650&type=1&theater

    BalasHapus
  4. JANGAN PERNAH MAU BERHUBUNGAN DENGAN ORANG INI.. INI SINDIKAT PENJUALAN ANAK... TAPI PENIPU... TOLONG JANGAN TERIPU BUNDA2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. forum ini hanya memberi informasi ttg bagaimana dan cara untuk adopsi anak secara legal dan aman yaitu himbauan adopsi melalui panti asuhan....maaf anda tertipu dengan siapa...atau kenal dengan siapa ....anda tertipu oleh account facebook : chandrakurniady@ymail.com (Doddy Morales), ybs sama seperti anda sebagai pengunjung...

    BalasHapus
  6. ==Chandra Morales BUKAN admin Forum==
    Chandra Morales (chandrakurniady@ymail.com) BUKAN pemilik dan admin Website :http://adopsianak.blogspot.com...

    Dan tolong kepada
    Nama : Virginia/Nita/nithaz,
    Facebook : http://www.facebook.com/virginia.aurelia.7
    Telp : 085353358880 (identik dgn search di google : http://iklanbaris.poskota.co.id/index.php?s=085353358880, anda cek terlebih dahulu siapa pemilik forum dan pemilik websitenya, ...tolong anda jangan mencemarkan website kami..


    http://adopsianak.blogspot.com/2012/10/chandra-morales-bukan-admin-forum.html

    BalasHapus
  7. admin, Fb nya kok tidak bisa dibuka, tolong minta alamat email yang bisa di hubungi. terimakasih....

    BalasHapus
  8. Admin memang tidak mempunyai FB, silahkan
    https://www.facebook.com/messages/171790206273704
    atau adopsianak.group@facebook.com
    email admin : kurniawanrafli@gmail.com

    BalasHapus
  9. cukuplah kisah anda menyentuh kalbu saya.
    saya membaca ini meski kami (saya serta istri) sudah dikaruniai 1 putera serta 1 puteri. adapun keinginan kami untuk mengadopsi anak dari panti asuhan adalah dalam agenda kami untuk menerapkan sunnah Nabi Muhammad serta firman Allah yang kurang-lebihnya menerangkan bahwa; "sebaik-baiknya rumah adalah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diasuh dengan baik, dan seburuk-buruknya rumah adalah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diasuh dengan tidak baik".
    kami senang dengan membaca artikel anda ini. memang kami percaya bahwa tulisan di atas akan begitu bermanfaat bagi sahabat-sahabat kita yang membutuhkan informasi dalam relevansinya.
    baiklah, kami doakan kesuksesan bagi anda sekalian. semoga semakin banyak orang-orang yang bersedia berbuat lebih untuk kebaikan umum. terima kasih atas semuanya.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bunda kl boleh tau ingin menyerahkan anak'a alasan'a apa? krn bnyak sy baca penipuan atw perdagangan anak di internet

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Anonim : alasan anda mau anak anda di adopsi apa?

      Hapus
  12. ga snggp mrwtx

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Trnyta ribet jiga ya proses pengadopsian'y,jdi paytah semangat!

    BalasHapus
  18. adopsi anak legal lewat panti asuhan bnyk proses birokrasi yg panjang dan rumit, pantas saja bnyk orang yg pilih cara cepat,...... bayar langsung bawa pulang,.... mungkin pihak panti asuhan ingin memastikan bahwa sang bayi tidak jatuh ke tangan penjual bayi,...... klo adopsi anak dari panti asuhan memangnya gratis ya?

    BalasHapus
  19. biaya mungkin untuk biaya administrasi...surat SKCK bayar admin, ke kelurahan bayar admin dll, di panti biasanya sumbangan sukarela....

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan anda....komentar dong.....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terbaru

Daftar Blog Saya

Merdeka.com

Loading...