Jumat, 11 Oktober 2013

Sharing Nana Sebagai Anak Adopsi

asalamualaikum..
Saya mengetahui bahwa saya anak adopsi/anak angkat dr orang tua asuh (yang membesarkan saya dari kecil)ketika berusia 16 th. ketika itu saya kelas 2 SMK, saya pun tahu hal itu ketika ALM. papa meninggal.. pantas saja perlakuan mama sangat berbeda dr perlakuan seorang ibu trhadap anaknya. ketika papa masih ada, beliau yang selalu memberikan kasih sayang kpd ku.. 
Namun kasih sayang itu tidak ku dapat dr mama.. ketika papa sudah tiada semakin menjadi-jadi perlakuan mama trhadapku.. sudah sering kali mama mengusirku dari rumah.. sering kali pula aku pulang kerumah orang tua kandungku.. namun dikeluarga kandungpun aku seperti orang asing dsana.. hingga akhirnya aku lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan.. ketika aku mendapat kerja, entah dapat kabar dari mana hingga mama asuh ku tahu bahwa aku sudah bekerja di salah satu perusahaan bonafit.. lalu ibu asuhku meminta aku pulang dan tinggal lg bersamanya.. hatiku sangat senang sekali.. namun setelah tinggal lagi bersama ibu asuhku,, aku tidak mendapatkan kebahagiaan seperti yg ku harapkan.. setiap bulan gajiku dipegang semua oleh ibu asuhku.. aku hanya diberi ongkos untuk kerja.. Hingga 2 tahun kemudian aku habis kontrak kerja.. lalu aku di usir kembali oleh ibu asuh ku.. entah mengapa.. padahal selama aku bersamanya aku selalu menuruti apa mau beliau.. mungkin krena aku tidak bisa lagi memberinya uang karena habis kontrak kerja.. memang ibu asuh ku tipikal orang yang boros.. 
Akupun berusaha semampuku untuk menyisihkan uang hasil lembur kerjaku utuk tabungan masuk kuliah.. karena aku diusir lagi oleh ibu asuhku, maka aku mencari kontrakan.. dan dapatlah aku kontrakan.. pemilik kontrakan ini seorang ibu yang sangat lembut dan baik.. sering aku berbincang2 dengannya.. selagi aku tidak ada aktifitas karena aku masih menganggur selama 3 bulan.. tak terasa uang tabunganku sudah menipis.. hanya cukup untuk makan seminggu,, namun ibu kontrakan ku sangat baik.. aku diperbolehkan tetap menempati kontrakan itu sampai aku dapat kerja.. makan pun aku menumpang padanya.. dan akupun membantu pekerjaan rumah dirumah beliau.. dan karena aku sudah mendapatkan kerja lagi.. 
Aku ingin melunasi hutang ku kpd ibu pemilik kontrakan.. namun beliau tidak mau, dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri... berlinanglah air mataku mendengar itu.. orang yang baru aku kenal dalam waktu yg tidak lama bisa memberikan ku kasih sayang selayaknya seorang ibu kandung. namun hal tersebut tidak aku dapat dr ibu asuhku.. aku selalu memikirkan ibu kandungku dan ibu asuhku.. karena aku sudah bekerja lagi.. aku memberanikan diri untuk pulang kerumah orang tua kandungku.. ibu kandung ku orang yang sangat baik.. dia pun sayang kepadaku.. dan hal ini tetap terjalin hingga saat ini.. namun aku tidak nyaman tinggal dsana karena kakak kandungku yang memperlakukan ku secara kasar.. hingga aku memutuskan untuk nge-kost.. tp tetap tiap minggu aku pulang untuk menjenguk ibu ku dan memberi uang setiap aku gajian.. begitu pula ibu asuhku... aku juga memberi hasil gajiku padanya.. tp entah mengapa perlakuan ibu asuh ku tidak sedikitpun berubah padaku.. dia hanya butuk aku pada saat gajian saja.. namun untuk hari lain aku tidak diperbolehkan main kerumahnya.. hingga pada akhirnya aku tahu bahwa melarangku untuk kerumahnya karena takut aku berusaha untuk memiliki rumah peninggalan alm.papa.. 
Ibu asuh ku ingin sekali menjual rumah itu.. tapi ternyata rumah itu diberikan kepadaku.. aku memeng bukan anak kandung dr alm.papa dan ibu ashku.. namun dr akte kelahiran dan secara kekeluargan aku masih memiliki hubungan darah dan keturunan yang satu. aku adalah anak adopsi pamanku (alm.papa) dimana alm.papa adalah adik kandung dari alm. bapak kandungku.. maka dari itu hak atas rumah diberikan seutuhnya padaku.. dan ibu asuhku pun sangat tidak menyetujui akan keputusan itu.. meskipun rumah itu diserahkan padaku aku tetap tidak diperbolehkan oleh ibu asuhku untuk tinggal disana.. hingga akhirnya dia sangat membenciku.. dan tidak ingin bertemu denganku lagi.. ibu asuhku pun melontarkan kata2 yang kurang baik terhadapku dan sumpah serapah yang sangat menyakitkan hatiku..
mungkin inilah kisah dariku.. dan hal ingin aku tanyakan adalah..
1. apakah sumpah serapah ibu asuh yang membesarkan kita dari kecil (dalam kondisi seperti diatas) diijabah/dikabulkan oleh Allah SWT?
2. dengan cara apa lagi aku bisa melunakan hati ibu asuhku?
bagi para pembaca atau yang berkenaan dengan forum ini, saya sangat membutuhkan solusi dari masalah saya ini..
akhir kata saya sampaikan banyak terima kasih.. wasalam..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terbaru

Daftar Blog Saya

Merdeka.com

Loading...